Benjol dijitak siapa ya? padahal kembangan masih tebal.
Hai, hello.. apa kabarnya hari ini? semoga sehat selalu. Anak tahun 90-an umumnya tahu sama salah satu merk TV ini. Digitec Ninja. Ada yang tahu…? –laaah, apa hubungannya ban ama tv?-
ya kan judulnya ban benjol, trus siapa dong yang jitak? digitec ninja kali…?? muehehehe….😂😂😝.
Hai, hello.. apa kabarnya hari ini? semoga sehat selalu. Dari kacamata saya yang amatiran ini, saya mencoba mencari tahu apa pemicu yang menyebabkan klep bisa bengkok.
Kalau penyebab klep bengkok, sudah pasti karena klep bertabrakan dengan piston. Saya coba nanya google dan salah satu jawabannya sama dengan apa yang saya duga.
Diagnosis Dugaan Penyebab Utama
Berdasarkan analisis mekanikal, jika klep sampai bengkok, berikut adalah beberapa dugaan faktor pemicunya:
Rantai Keteng Kendur atau Loncat: Rantai keteng (timing chain) yang kendur parah dapat melompat dari gigi sinkronisasinya. Akibatnya, noken as terlambat mengatur waktu buka-tutup klep, sehingga klep tetap terbuka saat piston naik ke titik mati atas.
Gagal Modifikasi (Wrong Engine Tuning): Kesalahan perhitungan saat memodifikasi noken as (camshaft racing) dengan lift atau overlap yang terlalu tinggi tanpa memperdalam saku piston (valve pocket).
Kerak Karbon Menumpuk: Sisa pembakaran yang mengeras mengganjal pada dudukan klep (valve seat), membuat klep tidak bisa menutup rapat dengan cepat dan akhirnya tersundul piston.
Per Klep Lemah atau Patah: Pegas klep (valve spring) yang sudah lemah tidak mampu mengembalikan posisi klep ke atas dengan cepat saat mesin berputar pada RPM tinggi (floating valve). [1, 2, 3]
Untuk kasus saya, jawabannya yaitu penumpukan endapan kerak karbon. Hal ini didukung dengan foto piston dan head yang berkerak parah. dan tidak ada pergantian parts rantai keteng ataupun per klep. Keduanya tetap dipakai kembali.
Memang karena faktor usia atau karena sering gonta ganti oli sesat?
Yasudahlah, yang penting udah gak penasaran lagi kenapa kok klep bisa bengkok. hal ini tidak terjadi secara instan, melainkan build-up endapan karbon selama bertahun-tahun.
Hai, hello.. apa kabarnya hari ini? semoga sehat selalu. Berikut kelanjutan dari artikel sebelumnya. Sebelumnya mekanik mengatakan kalau ada kabel yang putus di isc nya, jadi langsam motor menjadi tinggi. Setelah dicek ternyata malah kabel soket nya yang tidak dipasang, yaiyalah, mau digimanain juga nggak akan stabil rpm nya.
ya sudah, tinggal dipasang kembali. indikator engine check dan kode 61 pun langsung hilang. RPM motor normal kembali.
Katanya ada kabel yang putus, lah ini malah socket nya yang dicopot, ya iyalaaaahhh.!!! 😡
Hai, hello.. apa kabarnya hari ini? semoga sehat selalu. Minggu paginya, sembari pengen ngecek (yang katanya) kabel ISC putus, sekalian saya ingin cuci bersih luar dalam. Berasa mandi junub. 😂😂.
Setelah mencopot semua skrup dan baut, membongkar semua panel body, bongkar bagasi. Pas mau ngecek kabel ISC, lah malah soket nya nggak dipasang. Ini jelas-jelas akal-akalan mekanik supaya saya bayar 175 ribu dengan alasan cek kelistrikan, eeeh dianya nya cuman masangin kembali soket dan selesai, dapet 175 ribu dengan mudah. Tidak segampang itu Pulgoso.
Hai, hello.. apa kabarnya hari ini? semoga sehat selalu. Hari sabtu siang saya mendapat pesan whatsapp kalau motor sudah selesai perbaikan dan sudah bisa dibawa pulang. Saya pun ngegojek ke sana.
Sesampainya di sana, disambut dengan mekanik awal yang mengerjakan Ilsa. Katanya banyak yang menjadi Pe-eR. kebanyakan part-part yang saya coret untuk menekan harga, (gak tau genjutsu lagi biar beli parts atau gimana?).
Hai, hello.. apa kabarnya hari ini? semoga sehat selalu. Keesokan harinya, saya ke bengkel sekitar jam 10 an, untuk melihat dan konfirmasi pengerjaan. Sesampainya disana, mekanik yang ngerjain motor saya sedang pergi ke luar, saya disambut sama service advisor.
Semaleman saya kepikiran sama estimasi biaya yang dirincikan, ada beberapa part yang janggal atau diluar kerusakan ikut dimasukan juga. contoh service injeksi. apa hubungannya coba?? kan udah jelas kerusakannya hanya di klep. Saya suudzon nya pihak bengkel aji mumpung, jadi mumpung ada konsumen yang mengalami kerusakan, makanya ngeluarin segala cara agar konsumen membeli produk atau jasa dari bengkel. Padahal bengkel resmi lhooo…
Hai, hello.. apa kabarnya hari ini? semoga sehat selalu.
Ya mau gimana lagi…? mau nggak mau harus dikerjain, mosok mau ngedorong balik ke kantor??. karena waktu mepet harus kembali lagi ke kantor, akhirnya saya setujui pengerjaan nya, dan kembali ke kantor menggunakan ojol.
Jam 4an dapet pesan whatsapp dari mekanik, beserta rincian estimasi harga sparepart dan jasa pengerjaan. Melihat total estimasi,, reflek saya ngucap AllahuAkbar…!!!.
Karena masih di jam kerja, maka motor belum sempet diurus. Dan karna saya pulang jam 6 sore, sedangkan bengkel tutup jam 5. Maka saya bilang besok saja ke bengkel nya, motor nginep dulu.
I spent the rest of the day mules, mikirin biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki Ilsa. Well masih estimasi sih, tapi tetep aja bikin mules 😥.
Hi, hello. Apa kabarnya hari ini, semoga sehat selalu.
Ya sudah pasrah. Nggak tau kebetulan atau memang sudah takdir? Lokasi saya berhenti hanya 20 meter dari bengkel resmi Yamaha. Alhamdulillah. Jadinya saya putar arah dan dorong menuju bengkel.
Saat ngedorong Ilsa memasuki pelataran parkir bengkel seorang mekanik menghampiri saya dan menanyakan masalah atau keluhan yg saya alami. Saya pun menjawab “ga bisa nyala a, kemungkinan busi nya mati”. Sambil mengambil alih stang motor, dia mencoba stater berkali kali dengan tetap tidak membuahkan hasil.
Di dalam benak saya langsung mencuat beberapa penyebab utama yang menyebabkan mesin motor mati. Dahulu saya sempat mengalami hal serupa, hanya sekali sih, tapi kemungkinan bisa dijadikan acuan. Penyebabnya juga gak ketauan.
Dahulu saat di lampu merah, mesin motor mati mendadak saat idling. Tidak ada gejala tidak ada pertanda. Tiba tiba mati aja gitu. Setelah didiamkan selama 5 sampai 10 menit, motor bisa distater kembali tanpa kendala apapun, aneh.
Mengacu pada pengalaman itu, saya coba diamkan dahulu sambil mencoba mengidentifikasi letak masalahnya.
Hi, hello. Apa kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu. Saya dan Ilsa menemui masalah yg persentase terjadinya sangat kecil. Walaupun memang hal ini bisa terjadi di dunia permotoran (dan mesin I.C.E. lainnya), namun persentase kejadiannya sangat kecil sekali di motor harian yg jarak tempuh daily nya kurang lebih hanya 25 kilometer.
Berhubung blog ini jarang update, jadinya artikel ini saya bikin beberapa part aja ya, itung itung buat nambahin artikel 😁😁, maafkan ya bila tidak berkenan. 🙏.