
Hai, hello.. apa kabarnya hari ini? semoga sehat selalu. Berawal dari kata temen yang bilang kalau oli lebih kental lebih tahan penguapan, khususnya terhadap Nmax si Oil Vampire. Maksudnya gini. Spec oli Nmax adalah 10W-40, jika dinaikkan menjadi 15W-50 misalnya, kan lebih kental tuh secara spesifikasi, jadi logika bodoh nya, jika viskositas lebih kental maka titik penguapan juga lebih tinggi dan ujungnya jarak tempuh oli akan bisa lebih jauh. nah pertanyaannya, apa iya oli kental lebih tahan dari penguapan si vampir oli ini?
Jawabannya, karena saya hanya mencobanya di satu kendaraan saja, adalah tidak. Saya hanya punya Nmax tahun 2015, dan kalau soal sedot-menyedot oli, vampir ini nmax ini jagonya. Mungkin karena sudah tua, jadinya ring seher letoy? atau liner silindernya udah ada yang lecet?, jadi ada segelintir oli yang menelusup masuk ke ruang pembakaran, dikit-dikit ya jadi bukit habis bukan? (flash back- Dahulu masih bisa ngerasain ganti oli 4000km, sekarang 2000 km aja udah syukur, karena sekarang paling mentok di 1300 an km, hiks 😭😭)
Saya pakai oli pertamina fastron techno warna ungu atau PFT ungu, setelah sebelumnya pakai oli shell AX7 juga tetep kehabisan oli di 1200 an km. Walaupun viskositas oli nya kental, tapi ini masih oli mobil alias PCMO atau passenger car motor oil, yang umum nya berbahan bakar bensin, bukan diesel atau HDEO.
Baiklah, langsung ganti oli. Oiya disclaimer dulu, ini time line nya di bulan desember 2024 ya, pas puncak-puncaknya musim hujan (walaupun nulis sekarang bulan maret 2025 curah hujan juga masih parah sih). (malah di publish april 😅😅)
Impresi awal, ketika ganti oli mungkin agak kebanyakan jadinya tarikan terasa berat, saya sempat berfikir apakah ini karena olinya yang lebih kental ya?? apalagi pas puncak musim hujan. Tiap hari hujan di pagi hari, jadinya jalanan macet di mana-mana, mengakibatkan avg fuel consumption terjun bebas hingga 31.6 km per liter. Dalam hati gara-gara oli nya yang kentel nih.

Namun beberapa ratus kilometer kemudian, perlahan tarikan gas udah mulai enteng. Ditambah libur tlah tiba, anak-anak liburan tengah semester dan nataru, jalanan jadi lowong, membuat kecepatan bisa konstan terjaga. Gas pun bisa diurut perlahan dan lepas gas lebih awal sebelum ngerem. Wuuenaaak tenaaan, avg fuel consumption pun loncat hingga 38.1 km/ltr. Angka yang sangat langka yang bisa saya dapatkan di rute harian saya. Biasanya sengaja di irit-irit pun gak bisa, karena kepadatan kendaran di rute yang saya lalui, yang hanya berjarak kurleb 10 kilo pergi dan 8 kilo pulang, ditambah dengan banyak nya lampu merah, rata-rata hanya di 35-36 km/liter.

Saking enak nya, gak terasa udah 1100 km, pas di cek, oli udah susut lagi aja. Di tambah sisaan yang 100 ml, tidak mampu berbuat banyak, hanya mampu nambah 120 an km sahaja.


Masih, penasaran saya ganti lagi PFT ungu, pemakaian yang kedua. Pengisian yang kedua langsung tokcer, gak ada gejala berat dan ngeden. Langsung ngacir.
Tapi lagi-lagi hanya bertahan 1100 km, tepatnya di 1179 km.

Selain mileage yang terus berkurang, warna oli juga kok menjadi kecoklatan ya? ada yang tahu apa penyebabnya?

Jadi oli mobil yang lebih kental yang saya gunakan tidak ngaruh, tingkat penguapannya masih saja tinggi. Apakah harus nyoba oli diesel?? mungkin kita tunggu saja.. 😁

Enjoy the reading…
Ara59
Hi… let’s be friend…
whatsapp : +62816581958
